HAKIKAT SANKSI ATAU HUKUMAN DALAM KEHIDUPAN BERKOPERASI

(Sebuah pendekatan empirik)Oleh: R. Nugroho MPraktisi Koperasi Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dansemangat saling menolong. Berbeda dengan badan usaha yang semata-mata berorientasi pada perolehan keuntungan, koperasi dibangun sebagai wadah bagi para anggotanya untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan bersama melalui ker[...]

USAHA SIMPAN PINJAM OLEH KOPERASI TIDAK SAMA DENGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

Memahami Perbedaan Hakikat dan Jati Diri Keduanya( Pendekatan empirik dan Kajian kritis terhadap pasal 110 Permenkop 8/2023 dan rencana pembentukan pasal 44I draft RUU perubahan keempat UU 25/1992 )Oleh R. Nugroho MPraktisi Koperasi Dalam perkembangan kebijakan perkoperasian di Indonesia, muncul pandangan yang cenderung menyamakan antara Unit Usaha Simpan Pinjam (USP) yang dilakukan oleh koperasi[...]

JATI DIRI LAPORAN KEUANGAN KOPERASI

Suatu Kerangka Pemikiran Tentang Pengakuan, Pengukuran, dan Penyajian Transaksi Koperasi.      (Sebuah pendekatan empirik) Oleh: R. Nugroho MPraktisi koperasi Hakikat Koperasi dan Kebutuhan Laporan Keuangan Berjatidiri Koperasi Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang didirikan, dimiliki, dikelola, dan dimanfaatkan oleh anggota untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bersama. Kedudukan anggota [...]

Food Bank Indonesia Pekalongan Perluas Jangkauan: Dapur Bertambah, Relawan Berlipat, Wakil Wali Kota Berikan Dukungan

Gerakan Food Bank Indonesia (FBI) mekar dari Pekalongan. Dari satu dapur kini menjadi tiga, relawan tumbuh dari 12 menjadi 27 orang dari berbagai kelurahan. Guna memperkuat sinergitas, pengurus FBI Pekalongan beraudiensi ke Pemerintah Kota, Senin (8/6) lalu. Ikhtiar memperkuat sinergi penanggulangan kerentanan pangan masyarakat. PEKALONGAN — Gerakan Food Bank Indonesia (FBI) di Kota Pekalongan [...]

RAT KKGJ, Inovasi Bertahan dari Tantangan

Koperasi Keluarga Guru Jakarta (KKGJ) melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 secara virtual pada Jumat, 22 Mei 2026 di Gedung KKGJ Jakarta Timur.Seluruh entitas KKGJ menyadari, rapat anggota tahunan bukan sekadar rutinitas tahunan organisasi atau pemenuhan kewajiban regulasi formal, tetapi merupakan komitmen nyata KKGJ untuk selalu transparan dan terbuka atas kerja keras penguru[...]

Regulasi Wujudkan Kemitraan Tiga Pilar Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat

Oleh R. Nugroho M(Praktisi Koperasi) Konstitusi Republik Indonesia melalui Pasal 33 UUD 1945 telah memberikan arah yang sangat jelas mengenai bangunan perekonomian nasional. Perekonomian bangsa disusun sebagai usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan. Amanat konstitusi tersebut menegaskan bahwa kegiatan ekonomi nasional bukan sekadar ruang pertarungan modal dan persaingan bebas, melainkan ruang[...]

RAT KKGPRI JAWA TIMUR HASILKAN DUA KEPUTUSAN STRATEGIS PERKOPERASIAN

Bertempat di Gedung Koperasi Konsumen Gabungan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KKGPRI) Jawa Timur, pada 30 Mei lalu telah digelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) KKGPRI Tahun Buku 2025.Rapat anggota tahunan tersebut dihadiri oleh Pimpinan  Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur, pejabat Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, serta Ketua Umum Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia. [...]

Penurunan Kredit Usaha Mikro Kecil di Perbankan, Apakah Menjadi Berkah bagi Koperasi Keuangan di Indonesia?

Oleh : Prof. Dr. H. Ahmad Subagyo, S.E., M.M. (*)Ketua Umum IMFEA · Wakil Rektor III IKOPIN University  Ketika bank menjauh dari segmen ultra-mikro, koperasi dan lembaga pembiayaan alternatif justru menemukan momentum emasnya. Tetapi, peluang ini hanya milik mereka yang siap. Ada paradoks yang menarik di lanskap keuangan Indonesia saat ini. Di satu sisi, perbankan—lokomotif utama pembiayaan[...]

Jangan Sampai Koperasi Merah Putih Justru "Memakan" Warung Anggotanya Sendiri

Oleh: Prof. Dr. Ahmad Subagyo *)Bayangkan sebuah skenario. Pak Slamet, pemilik warung kelontong di Klego, Pekalongan, sudah dua puluh tahun berjualan beras, minyak goreng, sabun cuci, dan rokok. Pelanggannya tetangga sendiri. Margin tipis, tapi cukup untuk menyekolahkan tiga anak. Suatu pagi, Pak Slamet mendaftar menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDMP yang baru didirikan di[...]

"Menjaga Koperasi Sebagai Kumpulan Orang, Menjaga Jatidiri"

R. Nugroho M(Praktisi Koperasi) Dalam realitas kehidupan masyarakat Indonesia, koperasi sesungguhnya lahir dari budaya sosial yang telah hidup jauh sebelum konsep badan usaha modern dikenal. Sejak dahulu masyarakat terbiasa hidup dalam semangat gotong royong, saling membantu, dan bekerja bersama untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Tradisi arisan, sambatan, gugur gunung, hingga kerja kolekti[...]