ALOKASIKAN DANA KOPERASI DESA MERAH PUTIH DARI SUBSIDI KUR SALAH SASARAN, BUKAN MEMOTONG DANA DESA

Oleh : SurotoKetua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Sejak terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa pada 12 Februari 2026, gelombang keluhan dari pemerintah desa dan masyarakat desa mulai bermunculan. Penyebabnya sederhana namun serius: pagu Dana Desa tahun 2026 justru diturunkan dibandingkan tahun sebelumnya.Pada tahun 2025, Dana De[...]

MINIMARKET KOPERASI, MINIMARKET KAPITALIS, DAN JALAN ALTERNATIF KDMP

Oleh: SurotoKetua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Selama ini, ketika masyarakat Indonesia berbelanja di toko modern, hampir selalu berjumpa dua jaringan ritel nasional besar yang berdiri berdampingan. Keduanya hadir secara masif di kota maupun desa. Total gerai mereka telah melampaui 40 ribu outlet. Jika dibandingkan dengan sekitar 80 ribu desa di Indonesia, artinya rata-rata seti[...]

Dari Tercerai-Berai Menjadi Kekuatan Sosial-Budaya Transformasi : Rekayasa Koperasi dengan Bimbingan Pasal 33 UUD 1945

Oleh: Agus Pakpahan(Ekonom Kelembagaan dan Pertanian, Rektor IKOPIN University) Prolog: Ironi Konstitusi Ekonomi yang (Belum) TerwujudTahun 2025 menandai 80 tahun Indonesia merdeka. Delapan dekade sejak para pendiri bangsa merumuskan Pasal 33 UUD 1945—sebuah pasal yang oleh banyak pengamat disebut sebagai salah satu konstitusi ekonomi paling visioner di dunia. "Perekonomian disusun sebagai us[...]

MEMBACA α, θ DAN IKK ZEN-NOH : Aplikasi Metodologi CUKK pada Koperasi Raksasa Jepang Zen Noh

Oleh: Prof.Dr.Agus Pakpahan(Ekonom Kelembagaan dan Pertanian, Rektor IKOPIN University) Setelah berhasil membedah α, θ, dan IKK pada CUKK—sebuah credit union yang lahir dari inisiatif lokal di pedalaman Kalimantan—kini kita menerapkan metodologi yang sama untuk membaca Zen-Noh, federasi koperasi pertanian Jepang yang menjadi raksasa global. Pertanyaan yang ingin dijawab sederhana: apakah [...]

MENSTOP ALFAMART DAN INDOMARET DAN BANGKITKAN KOPERASI DESA

Oleh: SurotoKetua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Dua gurita ritel modern, Alfamart dan Indomaret, kembali mendapat sorotan publik karena perilaku bisnisnya yang cenderung monopolistik. Keberadaan mereka sudah sangat masif hingga ke pelosok tanah air. Mereka masuk ke gang-gang tanpa pembatasan yang jelas. Jumlah gerainya kurang lebih mencapai 40 ribu. Artinya, jika jumlah desa seki[...]

Gotong Royong, Theta (θ), dan Risiko Dekulturisasi Ekonomi Indonesia

Sebuah Refleksi dari Transformasi CUKK, Kegagalan KUD, Stagnasi PIR, Keberhasilan JA-Zen-Noh Jepang, dan Program 80.000 KDMP Oleh: Agus Pakpahan(Ekonom Kelembagaan dan Pertanian, Rektor IKOPIN University) Artikel ini mengajukan konsep theta (θ) sebagai parameter untuk mengukur "loncatan kelembagaan"—perubahan kapasitas ekonomi yang bersifat diskret dan fundamental, berbeda dari pertumbuhan l[...]

Kolaborasi Akademisi, Praktisi, dan Birokrasi: Menata Ulang Kurikulum Koperasi Berbasis Praktik di Perguruan Tinggi Indonesia

 Oleh : Prof. Dr. Ahmad Subagyo *)Rapat koordinasi ADEKMI pada Selasa, 3 Februari 2026, di Kantor ADEKMI, Gedung Kahfi Business Center, Jakarta Selatan, menjadi titik awal serius dimulainya kolaborasi nyata antara akademisi, praktisi, peneliti, dan birokrasi koperasi untuk menata ulang pendidikan koperasi di Indonesia. Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk meny[...]

Mengapa Ilmu Koperasi Terlambat dan Belum Lahir Sampai Sekarang?

Oleh: Agus Pakpahan(Pakar Kelembagaan Pertanian dan Koperasi, Rektor IKOPIN University)Ada satu paradoks besar dalam sejarah pembangunan modern—khususnya di negara-negara pascakolonial seperti Indonesia. Koperasi diakui secara konstitusional, dipuji secara normatif, bahkan dirayakan secara simbolik, tetapi hingga hari ini tidak pernah benar-benar dilahirkan sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Ia[...]

Sawit, Tropik, dan Watak Kapital: Economic Patriotism Ratio, Ilusi Netralitas, dan Mengapa Kekayaan Indonesia Diambil Negeri Lain

Oleh: Agus Pakpahan (Ekonom Kelembagaan dan Pertanian, Rektor IKOPIN University)Indonesia hari ini adalah pusat gravitasi industri kelapa sawit dunia. Lebih dari separuh minyak sawit global diproduksi di wilayah tropik ini, dengan volume produksi sekitar 45–47 juta ton per tahun dan nilai ekspor yang pada tahun-tahun harga tinggi mencapai USD 30–40 miliar. Dari sudut pandang statistik konve[...]

Membalik Arus Sejarah Perkebunan Kelapa Sawit Petani: Sintesis Model Keling Kumang dalam Kerangka Tropikanisasi–Kooperatisasi Kelapa Sawit Petani

Oleh: Agus PakpahanEkonom Kelembagaan dan Pertanian  Selama hampir dua abad, kelapa sawit Indonesia berjalan dalam satu arah yang sama: tumbuh luas, tetapi tak pernah benar-benar dewasa secara kelembagaan. Sejak diperkenalkan pada 1848, sawit telah menjadi raksasa agraria yang didominasi perusahaan perkebunan besar. Kehadiran petani yang masif baru dimulai pada era 1970an ketika Pemerintah meng[...]