Regulasi Wujudkan Kemitraan Tiga Pilar Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat

Oleh R. Nugroho M(Praktisi Koperasi) Konstitusi Republik Indonesia melalui Pasal 33 UUD 1945 telah memberikan arah yang sangat jelas mengenai bangunan perekonomian nasional. Perekonomian bangsa disusun sebagai usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan. Amanat konstitusi tersebut menegaskan bahwa kegiatan ekonomi nasional bukan sekadar ruang pertarungan modal dan persaingan bebas, melainkan ruang[...]

RAT KKGPRI JAWA TIMUR HASILKAN DUA KEPUTUSAN STRATEGIS PERKOPERASIAN

Bertempat di Gedung Koperasi Konsumen Gabungan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KKGPRI) Jawa Timur, pada 30 Mei lalu telah digelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) KKGPRI Tahun Buku 2025.Rapat anggota tahunan tersebut dihadiri oleh Pimpinan  Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur, pejabat Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, serta Ketua Umum Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia. [...]

Penurunan Kredit Usaha Mikro Kecil di Perbankan, Apakah Menjadi Berkah bagi Koperasi Keuangan di Indonesia?

Oleh : Prof. Dr. H. Ahmad Subagyo, S.E., M.M. (*)Ketua Umum IMFEA · Wakil Rektor III IKOPIN University  Ketika bank menjauh dari segmen ultra-mikro, koperasi dan lembaga pembiayaan alternatif justru menemukan momentum emasnya. Tetapi, peluang ini hanya milik mereka yang siap. Ada paradoks yang menarik di lanskap keuangan Indonesia saat ini. Di satu sisi, perbankan—lokomotif utama pembiayaan[...]

Jangan Sampai Koperasi Merah Putih Justru "Memakan" Warung Anggotanya Sendiri

Oleh: Prof. Dr. Ahmad Subagyo *)Bayangkan sebuah skenario. Pak Slamet, pemilik warung kelontong di Klego, Pekalongan, sudah dua puluh tahun berjualan beras, minyak goreng, sabun cuci, dan rokok. Pelanggannya tetangga sendiri. Margin tipis, tapi cukup untuk menyekolahkan tiga anak. Suatu pagi, Pak Slamet mendaftar menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDMP yang baru didirikan di[...]

"Menjaga Koperasi Sebagai Kumpulan Orang, Menjaga Jatidiri"

R. Nugroho M(Praktisi Koperasi) Dalam realitas kehidupan masyarakat Indonesia, koperasi sesungguhnya lahir dari budaya sosial yang telah hidup jauh sebelum konsep badan usaha modern dikenal. Sejak dahulu masyarakat terbiasa hidup dalam semangat gotong royong, saling membantu, dan bekerja bersama untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Tradisi arisan, sambatan, gugur gunung, hingga kerja kolekti[...]

PESTA BABI, KAPITALISME DAN KOPERASI

Oleh : SurotoKetua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Film dokumenter Pesta Babi karya sutradara Dandhy Dwi Laksono mengguncang kesadaran publik Indonesia. Film itu tidak hanya menampilkan persoalan eksploitasi sumber daya alam di Papua, tetapi juga membongkar relasi kuasa antara elite politik dan oligarki bisnis yang selama ini terus bekerja melalui penguasaan tanah, hutan, tambang,d[...]

Menggerakkan Ekonomi dari Arus Bawah: Lahirnya BANKO RATIH, Paguyuban Koperasi Merah Putih

Oleh: Prof. Dr. Ahmad Subagyo, S.E., M.M. Penggagas BANKO RATIH, Wakil Rektor III IKOPIN University, Ketua Umum IMFEA, Penggerak Ekonomi Koperasi & Keuangan Mikro Indonesia. Sebuah Pertemuan Kecil, Sebuah Cita-Cita BesarPada suatu hari yang sederhana namun bermakna, dua belas orang dari berbagai daerah di Pulau Jawa duduk melingkar di satu meja virtual. Mereka datang dari Depok, Purbalingg[...]

Ketika Sebuah QR Code Mengubah Wajah Ekonomi Indonesia

(Catatan dari Ruang Pelatihan bersama Pegawai Bank Indonesia tentang Fintech, Inklusi Keuangan, dan Masa Depan Rakyat Kecil) Senin pagi di Braga, Bandung, 18  Mei. Lampu-lampu kristal Hotel Gino Feruci menyala lembut, sedap aroma kopi mengepul, dan satu per satu peserta memasuki ruang pelatihan dengan langkah yang tidak biasa — langkah orang yang tahu hari itu akan ada sesuatu yang penting unt[...]

RAKYAT HARUS MENJADI PELAKU DAN PEMILIK PEREKONOMIAN BANGSA

Oleh : R. Nugroho MPraktisi koperasi  Di tengah derasnya arus kapitalisme global dan dominasi kekuatan modal besar, Indonesia sesungguhnya telah memiliki arah dasar perekonomian yang sangat jelas. Konstitusi bangsa ini tidak menempatkan rakyat hanya sebagai penonton pembangunan, melainkan sebagai pelaku utama sekaligus pemilik dari aktivitas ekonomi nasional.Hal itu tercermin tegas dalam Pasal[...]

MEMAHAMI SUBSTANSI UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI DALAM FAKTA EMPIRIS

Oleh : R. Nugroho MPraktisi KoperasiUnit Simpan Pinjam (USP) koperasi merupakan bagian penting dalam kehidupan gerakan koperasi di Indonesia. Dalam praktiknya, USP tidak hanya berfungsi sebagai tempat menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi juga menjadi sarana gotong royong ekonomi antar anggota koperasi. Karena itu, memahami substansi USP koperasi tidak dapat dilepaskan dari nilai, prinsip, dan [...]