Koperasi Bina Warga (KBW), Eksis di Tengah Pandemi

Koperasi Bina Warga (KBW), Eksis di Tengah Pandemi


    Pandemi Covid-19 di tanah air mengakibatkan terganggunya berbagai kegiatan yang dilaksanakan organisasi masyarakat maupun instansi pemerintah. Banyak kegiatan rapat atau pun kegiatan lain harus ditunda atau dengan cara protokol kesehatan dan membatasi jumlah peserta rapat.

    Dampak pandemi covid-19 juga memaksa Koperasi Bina Warga (KBW), Bekasi, menunda pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT). Sebelum pandemi KBW biasa menggelar rapat anggota pada awal bulan Januari. Tradisi RAT tepat waktu yang diselenggarakan KBW menjadikan KBW diganjar penghargaan sebagai Koperasi Berprestasi pada tahun 2018-2019 dua tahun berturut-turut oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi. Koperasi yang embrionya berasal dari arisan warga ini, terus bertekad meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

    Pendirian koperasi KBW di lingkungan Rukun Warga (RW) terutama RW 04 tempat berdomisilinya KBW, adalah respon akibat banyaknya warga yang terjerat hutang dengan para rentenir. Bahkan ada warga yang harus kehilangan tempat tinggalnya karena tidak mampu membayar hutangnya kepada rentenir. Untuk memotong mata rantai kredit para rentenir ini, warga RW 04 yang tergabung dalam arisan warga akhirnya bersepakat mendirikan koperasi.

    Dimotori almarhum Umar Mappelesse, mantan Pemimpin Redaksi Majalah Warta Koperasi, pada tahun 2010 KBW resmi berdiri. Pendirian KBW memang praktiknya tidak semudah membalik tangan. Karena karakter masing-masing anggota sangat berbeda, sehingga harus diberikan pemahaman terlebih dahulu apa itu koperasi. Setelah semua anggota/warga RW 04 memahami koperasi, maka koperasi baru dapat didirkan. Para penggagas pendirian KBW tidak mau koperasi hanya dijadikan pelarian sesaat. KBW harus benar-benar bermanfaat baik bagi anggota maupun masyarakat sekitar sesuai dengan misi pendirianya.

    “Kami tidak mau KBW hanya sebatas simpan dan pinjam, akan tetapi lebih dari itu. Bagaimana KBW bisa menjalankan amanah para pendirinya, yaitu mensejahterakan anggota. Membebaskan anggota masyakarat dari belenggu ketergantungan para rentenir, yang nyata-nyata telah banyak menyesengsarakan hidup masyarakat akibat jeratan hutang yang mencekik,” ungkap Syamsudin, Ketua KBW, kepada awak Warta Koperasi (7/4/21).

    Awal berdirinya KBW jumlah anggota tercatat sebanyak 27 orang, namun seiring berjalannya waktu jumlah anggota terus menunjukan peningkatan. Pada akhir Desember 2020 KBW telah memiliki 800 orang anggota. Peningkatan jumlah anggota ini disebabkan kinerja KBW dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan cukup signifikan. Begitu pula dengan jumlah simpanan/tabungan yang terus menunjukan tren positif. Ini suatu bukti bahwa tingkat kepercayaan anggota kepada KBW semakin meningkat.

    Sebagai wadah perjuangan ekonomi anggota KBW tidak hanya fokus memberikan pelayanan kebutuhan anggota semata, akan tetapi prinsip dan jatidiri koperasi tetap dijalankan yaitu dengan memberikan pemahaman tentang koperasi melalui metode pendidikan. Pendidikan anggota sebagai salah satu prinsip koperasi hukumnya wajib dijalankan agar anggota dan wadah kebutuhan ekonominya tetap pada track yang lurus. Koperasi yang taat dan istiqomah menjalankan prinsip-prinsip koperasi tidak akan goyah dari hantaman badai apapun. Karena telah memiliki pondasi cukup kokoh dengan meyakini prinsip dan nilai-nilai koperasi, terlebih koperasi juga dikelola secara profesional layaknya pengelolaan badan usaha lainnya.

    Hingga saat ini KBW telah membukukan aset kurang lebih 2,7 miliar yang terdiri dari simpanan anggota berupa simpanan pokok, wajib, tabungan dan bentuk simpanan lainnya. Ibarat semakin tinggi pohon maka akan semakin kencang angin menerpa, oleh karena itu kerjasama antara anggota dan jajaran pengurus terus dibangun dengan baik. Dari kerjasama inilah akan lahir suatu hasil positif membawa KBW akan semakin berkembang dan berdampak meningkatnya kesejahteraana anggota sebagai pemilik.

    Kebanyakan anggota KBW didominasi para  yang memiliki usaha dan para pedagang yang berjualan di Pasar Kranji, Bekasi. Dengan menjadi anggota, para pedagang ini sangat terbantu terutama soal permodalan. Bahkan tidak sedikit anggota itu menyimpan dananya dalam bentuk tabungan dan simpanan sukarela. Tidak hanya kalangan pedagang yang masuk menjadi anggota. Ada juga pegawai Pemerintah Kota Bekasi bergabung masuk menjadi anggota. Semoga saja dimasa pandemi covid-19 KBW tetap eksis dan yang penting adalah partisipasi dan tanggung jawab anggota sebagai motor penggerak agar roda usaha KBW tetap berputar.      

(Edi Supriadi)

Bagikan Post

Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar