Masuki Generasi Kedua, LKMS Kasuwari Hadirkan Optimisme dan Tagline Baru
Pekalongan – Sabtu pagi, 1 Februari 2026, Ballroom Hotel Dafam Pekalongan dipenuhi suasana hangat dan optimisme. Sejak pukul 08.00 WIB, para anggota, pengurus, pengawas, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah mulai memadati ruangan untuk mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-6 Koperasi Jasa LKMS Kasuwari Tahun Buku 2025 yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.
Rapat secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Koperasi dan UMKM, Ibu Tipuk, yang hadir didampingi oleh Ibu Zumisroh. Dalam sambutannya, Ibu Tipuk menyampaikan apresiasi atas konsistensi LKMS Kasuwari dalam menjaga tata kelola, kepatuhan regulasi, serta peran aktifnya dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan pelaku usaha mikro di wilayah Pekalongan. Pemerintah daerah, tegasnya, melihat Kasuwari sebagai mitra penting dalam memperluas akses keuangan syariah yang aman dan terjangkau, sejalan dengan agenda pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal.
Suasana forum semakin khidmat ketika tokoh masyarakat, Bapak Kyai Syuaeb, menyampaikan tausyiah sekaligus sambutan. Beliau menegaskan bahwa koperasi syariah bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan wadah amanah dan ibadah. Dana yang dihimpun dari anggota adalah titipan yang harus dikelola dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa keberkahan usaha LKMS Kasuwari bergantung pada kejujuran, kehati-hatian, dan kepedulian terhadap keluarga-keluarga kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi setempat.
RAT ke-6 ini turut dihadiri oleh Lurah Pringrejo, Bapak Edi Yulis. Dalam sambutannya, beliau menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah penguatan kelembagaan Kasuwari. Ia menilai Kasuwari telah memberikan kontribusi nyata bagi warga, mulai dari layanan simpanan, pembiayaan usaha, hingga keterlibatan dalam program-program komunitas di tingkat kelurahan. Menurutnya, kehadiran lembaga keuangan mikro syariah yang dikelola secara profesional dan berlandaskan nilai-nilai syariah adalah aset penting bagi ketahanan ekonomi Pringrejo dan sekitarnya.
Setelah rangkaian sambutan, acara berlanjut pada laporan pengurus dan pengawas. Data keanggotaan menunjukkan bahwa pada tahun 2025, jumlah anggota Koperasi Jasa LKMS Kasuwari tercatat sebanyak 23 orang. Meskipun terjadi penurunan dari 24 anggota di tahun sebelumnya, dinamika ini diiringi dengan masuknya anggota baru dari kalangan profesional dan mitra strategis sehingga kualitas basis anggota tetap terjaga.
Di sisi nasabah, perkembangan tampak mengesankan. Tahun 2025, jumlah nasabah tabungan LKMS Kasuwari mencapai 1.457 orang, naik dari 1.206 nasabah pada tahun 2024. Kenaikan 251 nasabah ini antara lain didorong oleh produk simpanan tematik seperti simpanan hari raya Idul Fitri (SI Joko Bodho) yang diminati masyarakat. Untuk pembiayaan, jumlah nasabah tercatat 255 orang pada tahun 2025, sedikit turun dibandingkan 259 nasabah pada tahun 2024. Penurunan ini terkait dengan kehati-hatian lembaga di tengah kondisi eksternal, termasuk kasus beberapa lembaga keuangan lain di wilayah Pekalongan yang mengalami permasalahan hingga penutupan, yang sempat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat.
Dari sisi penghimpunan dana, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri dari tabungan dan simpanan berjangka hingga 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1.352.446.084. Angka ini turun sebesar Rp533.118.293 atau sekitar –28% dibanding DPK tahun 2024 yang mencapai Rp1.885.564.377. Komposisi DPK menunjukkan bahwa tabungan naik, sementara simpanan berjangka mengalami penurunan tajam.
Pada portofolio pembiayaan, outstanding Pembiayaan yang Diberikan (PYD) hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp1.173.744.032, turun Rp97.277.797 atau sekitar –8% dari posisi tahun 2024 yang sebesar Rp1.271.021.829. Di sisi lain, posisi kas dan bank justru menguat: saldo kas dan bank pada akhir Desember 2025 mencapai Rp1.177.619.431, meningkat Rp293.930.276 atau sekitar 12% dari tahun 2024 yang sebesar Rp1.047.816.935.
Total aset Koperasi Jasa LKMS Kasuwari hingga akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp2.016.329.515, naik Rp74.064.200 atau 3,81% dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp1.942.265.315. Pendapatan operasional tahun 2025 mencapai Rp251.026.370, menurun Rp36.353.000 atau sekitar –13% dari Rp287.379.370 pada tahun 2024. Namun, penurunan pendapatan ini diimbangi dengan efisiensi beban operasional yang cukup signifikan.
Beban operasional dalam setahun tercatat Rp227.931.257, turun Rp46.491.846 atau sekitar –17% dari tahun 2024 yang sebesar Rp274.423.103. Dampak kombinasi penurunan pendapatan dan efisiensi beban ini tercermin pada Sisa Hasil Usaha (SHU) 2025 yang berbalik positif. SHU tahun 2025 mencapai Rp9.587.518, naik Rp26.108.034 atau sekitar 158,03% dibanding posisi tahun sebelumnya yang negatif. Ekuitas pun melonjak: hingga Desember 2025, ekuitas tercatat Rp940.377.431, meningkat sangat signifikan dari Rp56.700.938 pada tahun 2024, didorong oleh penguatan simpanan pokok dan wajib serta penambahan modal dari anggota.
Dalam sesi khusus, Prof. Ahmad Subagyo selaku Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) sekaligus penggagas pendirian LKMS Kasuwari yang sejak awal didukung komunitas IMFEA menyampaikan paparan penting. Beliau kembali mengingatkan bahwa kepercayaan anggota tidak boleh dikhianati dalam kondisi apa pun. Amanah yang dititipkan anggota harus dijaga dengan penuh kesungguhan, dan operasional lembaga wajib dijalankan secara profesional, transparan, dan sejalan dengan prinsip syariah. Pesan ini diperkuat dengan ajakan agar seluruh jajaran terus memperbaiki sistem, disiplin terhadap SOP, dan memperkuat manajemen risiko demi menjaga keberlangsungan lembaga dan perlindungan terhadap anggota.
RAT ke-6 juga menjadi momentum peluncuran logo baru LKMS Kasuwari dengan tagline: “melayani keuangan keluarga, membangun kolaborasi usaha.” Identitas baru ini menegaskan repositioning peran Kasuwari sebagai lembaga yang fokus pada layanan keuangan keluarga dan sekaligus penggerak kolaborasi usaha di lingkungan anggota dan komunitas. Dengan logo dan tagline baru ini, Kasuwari ingin dikenal sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang dekat dengan kebutuhan rumah tangga dan aktif membangun jejaring usaha yang saling menguatkan.
Pada bagian akhir sidang, forum RAT memberikan mandat strategis kepada pengurus baru: menaikkan kelas LKMS Kasuwari dari wilayah kecamatan menjadi wilayah kota. Mandat ini didasarkan pada fakta bahwa modal sendiri koperasi telah mencapai lebih dari Rp1 miliar, sehingga secara kapasitas permodalan Kasuwari dinilai layak memperluas jangkauan layanannya di tingkat Kota Pekalongan. Keputusan ini menandai babak baru, di mana pengurus diamanahkan untuk menyiapkan seluruh aspek legalitas, kelembagaan, manajemen risiko, dan operasional agar sejalan dengan skala wilayah yang lebih luas, tanpa meninggalkan akar komunitas dan nilai-nilai syariah yang menjadi fondasi berdirinya LKMS Kasuwari.(*)
Komentar