Koperasi Keling Kumang dan Geliat Perlawanan dari Tanah Dayak

Koperasi Keling Kumang dan Geliat Perlawanan dari Tanah Dayak

 

            Minggu, 7 Februari lalu, dihelat diskusi webinar yang diselenggarakan oleh Gapatma, Portal diskusi demokrasi ekonomi dan koperasi yang dikembangkan Sena Lupdika, anak muda yang mulai resah melihat praktek ekonomi kita yang semakin ultra kapitalis. 

 

            Diskusi ini menarik karena menghadirkan dua tokoh : Munaldus Nerang, seorang anak dusun Tapang Sambas, Kalimantan Barat, perintis Koperasi Keling Kumang Group. Satunya lagi Dandhy Dwi Laksono dari Watchdoc, lembaga yang produktif kembangkan film dokumenter yang salah satunya mengangkat Koperasi Kredit/ Credit Union ( CU) di Kalimantan Barat (Kalbar). 

 

            Munaldus Nerang adalah gambaran seorang anak kampung di pedalaman yang luar biasa. Beliau adalah satu satunya anak muda yang lanjutkan pendidikan SMP di kampungnya pada masa itu. 

 

            Munal, begitu dia dipanggil adalah 9 bersaudara dari anak petani  yang semuanya akhirnya jadi sarjana di tengah perjuangan keras hidupnya. Dia lulus sekolah sampai lulus sarjana di Institut Teknologi Bandung, lanjut ke Ohio State University, Amerika Serikat. Kemudian pulang ke Kalimantan Barat dan jadi PNS sebagai Dosen Universitas Tarumanegara (Untan) di Pontianak. 

 

            Munal, begitu pulang dari Amerika Serikat tidak cukup hanya sibuk kejar karir pribadi. Tapi melihat masyarakat di desanya yang hidup menderita dikarenakan oleh desakan perusahaan sawit, dia merasa memiliki tanggungjawab moral yang besar untuk ikut peduli. 

 

            Berbekal pengetahuan tentang Koperasi Kredit yang dia ikuti dalam kursus dasar yang diselenggarakan Badan Koordinasi Dan Konsultasi Koperasi Kredit Indonesia ( BK3I), dia mobilisasi tetangganya untuk merintis koperasi kredit /Credit Union (CU). 

 

            Melalui perjuangan panjang, koperasi kredit yang dia kembangkan saat ini sudah berasset besar. Bersumber dari tabungan anggotanya hingga, mencapai Rp 1,6 Trilyun. Anggota perorangannya mencapai 173 ribu orang dan berkantor cabang di beberapa kabupaten di Kalimantan Barat sebanyak 64 unit pelayanan.

 

            Koperasi kredit / CU Keling Kumang didirikan pada tanggal 25 Maret 1993 di sebuah kampung bernama Tapang Sambas, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Sejak 20 April 2011, setelah berjalan selama 14 tahun baru memiliki Badan Hukum dengan No. 50 b/BH/PAD/X.

 

            CU Keling Kumang berdiri karena prihatin atas isu-isu kemiskinan, ketidakadilan, perampasan tanah, kerusakan lingkungan, kurangnya lapangan kerja dan ketidakberdayaan kaum marjinal.

 

           Dia juga mendorong pengembangan CU terutama di daerah Kalimantan Barat dan propinsi lainya. Dia juga telah berhasil membangun jaringan organisasi pusat koperasi kredit di Kalimantan Barat yang bernama Pusat Koperasi Kredit Khatulistiwa ( Puskhat). 

 

               Pernah juga menjadi salah satu pengurus Induk Koperasi Kredit (Inkopdit)  jaringan koperasi sekunder di tingkat nasional. Asset seluruh gerakkan Inkopdit  saat ini sebesar 36 Trilyun rupiah dan anggota 3,2 juta orang.

 

                 Tak hanya sampai di situ, Munal juga bersama kader anggota Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis ( AKSES) telah berhasil memekarkan koperasi kredit ke sektor riil yang bernaung di  bawah organisasi Induk Koperasi Usaha Rakyat ( INKUR). Saat ini dia sebagai ketuanya. Munal, pribadi dengan pembawaannya yang tenang dan sederhana, merupakan pekerja bertangan dingin dan tak menyukai publisitas. 

 

         Dia mengatakan, koperasi kredit yang dikembangkannya mula-mula hanya untuk orang di dusunnya.  Dia tak ingin memperluasnya dikarenakan kemampuan mengelola keuangan dari pengurusnya yang hanya lulus sekolah dasar, tidak ingin berakhir mengecewakan. Dikarenakan diprotes terus oleh warga dusun di sebelahnya yang menganggap bahwa ia juga bagian dari keluarga, lalu dia minta untuk dibuka keanggotaan ke dusun tetangga. Berikutnya, terus dan terus meluas ke beberapa kabupaten di Kalbar. 

 

        Di Tapang Sambas, berdiri megah kantor pusat Kopdit Keling Kumang. Lalu ditambah dengan kantor pusat bisnis di kota Sintang. Kedua kantor ini dibuat dengan design arsitektur Rumah Betang khas Dayak  yang menggambarkan dua sejoli Keling dan Kumang.

 

        Keling Kumang sendiri saat ini telah meluas menjadi sebuah group besar yang bernama Keling Kumang Group (KKG). Di bawah kelembagaan Group ini telah berdiri koperasi konsumsi, koperasi pertanian, koperasi jasa perhotelan, yayasan yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan dan pendidikan.

 

        Di bawah yayasan milik KKG  telah didirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan  menjadi sekolah terfavorit di Kabupaten Sekadau. Banyak anak anak anggota koperasi yang mendapatkan beasiswa dari sekolah ini.

 

        Saat ini, yayasan juga telah berhasil mendirikan perguruan tinggi yang bernama Institut Teknologi Keling Kumang dan merekrut mahasiswa baru pada tahun 2021 ini.

 

        KKG juga telah berhasil mendirikan rintisan layanan bisnis Agro dan Ekowisata serta pertanian Kakao yang disambut antusias oleh anggota dan masyarakat.

 

        Keling Kumang Group, gerakan dari masyarakat di pedalaman Kalbar ini ternyata telah memberikan bukti nyata bahwa, dengan segala keterbatasan dan tekanan korporasi kapitalis dan kebijakan yang ultra liberal, ternyata masih mampu membangun sesuatu yang bermakna tanpa bantuan sepeserpun dari pemerintah.(*) 

 

(Suroto)

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) dan CEO INKUR (Induk Koperasi Usaha Rakyat)

Bagikan Post

Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar