Koperasi Bina Warga RAT dan Progres Usaha

Koperasi Bina Warga RAT dan Progres Usaha


Sesuai tradisi, Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Bina Warga (KBW) sejatinya dilaksanakan setiap bulan Januari. Namun perhelatan RAT Tahun Buku 2020 baru terlaksana 13 Mei 2021 lalu. Telatnya RAT KBW ini bukan dikarenakan lambatnya jajaran pengurus dalam menyusun laporan pertanggung jawaban (LPJ) yang disajikan kepada anggota, tapi karena tidak mendapat ijin untuk menyelenggarakan RAT di bulan Januari dari Satuan Tugas Pecegahan Covid-19 Kecamatan dan Kelurahan, bahkan juga dari Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagkop) Kota Bekasi. 

Sebagai bentuk tanggung jawab dan amanat dari Undang-Undang Perkoperasian Nomor 25 Tahun 1992, setiap koperasi wajib menyelenggarakan rapat anggota. Oleh karena itu untuk meminimalisir dari hal-hal yang tidak diinginkan, jumlah peserta maupun waktu penyelengaraan RAT pun dibatasi. “Alhamdulillah rapat anggota KBW yang kita cintai ini dapat terlaksana berkat adanya bantuan dari para pemangku kebijakan, meskipun waktunya sangat terbatas. Bantuan tersebut patut kami apresiasi tanpa adanya bantuan tersebut mustahil rapat anggota ini dapat terlaksana.

 Di tengah pandemi Covid-19 KBW masih mampu berdiri tegak dan melayani kebutuhan anggota, bahkan masih bisa meraih sisa hasil usaha, namun demikian perolehan SHU bukan satu-satunya indikator keberhasilan sebuah koperasi. Keberhasilan koperasi adalah meningkatnya kesejahteraan anggota atas manfaat yang dipetik setelah ia bergabung dengan koperasi, "Ungkap Syamsudin, Ketua KBW. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, H. Abdillah, mengungkapkan kiprah KBW sebagai salah satu lembaga ekonomi, yang sangat dibutuhkan oleh para anggota. Dalam kondisi tidak menentu akibat pandemi Covid-19 KBW masih mampu melayani kebutuhan anggota bahkan masih bisa meraup sisa hasil usaha (SHU) dibandingkan koperasi lainya yang ada di Kota Bekasi. Namun demikian tentunya hal itu tidak membuat jajaran pengurus merasa jumawa, tapi lebih meningkatkan kinerja dan jalinan kerjasama yang solid dengan anggota. Dinas Koperasi sebagai pemangku kebijakan berharap agar kinerja yang telah dicapai terus dipertahankan agar KBW menjadi contoh dan memotivasi koperasi lainnya.   

Pandemi Covid-19 memang cukup berpengaruh terhadap kinerja usaha KBW, unit usaha simpan pinjam sebagai usaha andalan tahun 2020 mengalami penurunan. Bila tahun 2019 KBW telah menggelontorkan pinjaman anggota sebesar Rp 4,1 miliar, sedangkan tahun 2020 realisasi pinjaman anggota hanya sebesar Rp 3,8 miliar. Namun cukup membanggakan, modal pemberian pinjaman anggota bersumber dari simpanan-simpanan anggota, tidak bersumber dari hasil kemitraan dengan pihak ketiga. Sehingga KBW terhindar dari pembayaran jasa ke pihak ketiga. Jika bermitra dengan pihak ketiga dipastikan memberatkan likuiditas koperasi, selain itu tentunya jasa yang diberikan kepada anggota juga cukup memberatkan. 

Hingga akhir Desember 2020 tercatat jumlah aset KBW sebesar Rp 3,9 miliar, atau menurun jika dibandingkan nilai aset tahun 2019 sebesar Rp 4,1 miliar. Begitu pula dengan kewajiban lancar berupa simpanan berjangka dan sukarela serta simpanan lainnya yang telah berhasil dihimpun pada tahun 2020 sebesar Rp 2,5 miliar. Sedangkan pada tahun 2019 kewajiban lancar KBW pada angka Rp 2,7 miliar, berkurangnya nilai kewajiban tersebut diakibatkan banyak anggota menarik simpanan sukarela. Simpanan sukarela tercatat sebesar Rp 1,1 miliar pada tahun 2019, dan ditahun 2020 menurun menjadi Rp 995 juta. 

“Untuk program kerja tahun 2021 kami mencoba mencari kemitraan dengan lembaga keuangan yang memberikan dana murah kepada koperasi. Hal itu kami perlukan guna mendorong kinerja usaha simpan pinjam, selain itu kami juga berharap kepada anggota peminjam agar selalu taat dan lancar dalam hal pengembalian pinjaman. Karena pinjaman yang diberikan merupakan modal bersama kelancaran membayar angsuran akan sangat membantu anggota lain yang membutuhkan pinjaman, "Ungkap Syamsudin.(*) 

(Edi Supriadi) 

Bagikan Post

Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar