Irsyad Muchtar : Pejuang Media Koperasi itu Berpulang

Irsyad Muchtar : Pejuang Media Koperasi itu Berpulang

Oleh : Ahmad Subagyo *)

Mengenang Irsyad Muchtar

(Padang, 1-09-1958 – Jakarta, 21 Februari 2026)

Saudara-saudara seperjuangan di dunia koperasi, hari ini, 21 Februari, kita berkumpul dalam duka yang mendalam. Irsyad Muchtar, tokoh koperasi yang telah menjadi pilar bagi gerakan kita, jurnalis senior yang tak kenal lelah, dan Pemimpin Umum Peluang Media Group, telah kembali ke pangkuan Sang Pencipta.

Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 21 Februari 2026, di RS Dharmais, Jakarta Selatan, setelah berjuang gigih melawan infeksi paru yang datang tanpa aba-aba.

Saya, Ahmad Subagyo, merasa beruntung bisa mengenal Bang Irsyad, meski pertemuan kami baru akrab sejak 2022. Saat RUU P2SK mulai menggeliat, saya sering diundang berbagai pihak sebagai pakar koperasi dan keuangan mikro.

Di forum-forum itu, kami bertemu – awalnya virtual, lalu tatap muka. Percakapan singkat berubah jadi diskusi panjang, pertemuan sporadis jadi ikatan saudara. Bang Irsyad bukan hanya rekan penulis; ia adalah teladan, penasihat, dan sahabat sejati yang langka di zaman ini.

Bayangkan seorang anak Padang yang dibesarkan di tanah keras Minangkabau, tumbuh menjadi jurnalis koperasi paling berpengaruh. Pengetahuan beliau tentang koperasi begitu luas dan mendalam, namun sikapnya tetap rendah hati. Kritis? Ya, tajam sekali. Tapi terbuka pikirannya terhadap ide baru, selama didasari logika dan rasionalitas.

Bahkan dalam keyakinan agama, Bang Irsyad adalah pemikir rasional yang arif. "Ritual hanyalah sarana, Mas. Yang utama adalah esensi yang menyentuh jiwa," ujarnya suatu kali, disertai senyum hangat yang khas.

Apa yang paling menggetarkan hati saya adalah komitmen beliau mengangkat martabat koperasi. "Hanya Majalah Peluang yang masih bertahan mencetak berita koperasi di era digital ini," candanya suatu sore. Saya bergurau, "Mengapa tidak dinamakan Majalah Koperasi saja, Bang?" Jawabannya mewakili kearifan hidupnya: "Kalau begitu, sudah tutup buku sejak lama!" Tawa renyahnya menggema, membawa kehangatan.

Humor beliau ringan namun penuh makna, sindiran halus yang membuat pendengar tersadar tanpa tersinggung. Itulah kejeniusan retorikanya sebagai wartawan senior dengan pengalaman puluhan tahun.

Saya tak lupa saat beliau mengajak saya menjadi juri 100 Besar Koperasi Indonesia. Kritik mengalir deras dari berbagai pihak atas hasilnya. Namun, di balik panggung, Bang Irsyad telah bekerja tanpa ampun.

Ia berkelana dari Sabang sampai Merauke, mengumpulkan data keuangan autentik, profil koperasi terkini. "Data kami lebih lengkap daripada arsip kementerian, Mas," katanya dengan bangga yang sederhana. Pada acara 2025, beliau berbagi cerita getir: "Tahun ini saya tanggung sendiri biayanya. Beberapa koperasi yang diundang ternyata enggan mengeluarkan dana." Tetap saja, ia lanjutkan – demi kelangsungan gerakan koperasi yang dicintainya.

Ikatan kami semakin erat seperti saudara kandung. Suatu hari, janjian kami batal karena saya harus ke Banten. "Mau naik apa, Mas?" tanyanya. "Kereta, Bang." Tanpa ragu, "Janganlah. Saya siapkan mobil dan sopir." Bukan kewajibannya, tapi itulah wataknya terhadap sahabat.

Pada pertemuan terakhir di 2025, beliau masih penuh semangat. Mengundang ke kantornya, memamerkan data nominasi penghargaan. "Ini data asli, Mas. Saya kumpulkan dengan susah payah." Saya mengajak berfoto bersama, tapi beliau menolak lembut: "Biarkan Mas Bagyo saja. Anda masih punya masa depan panjang, saya sudah di ujung jalan." Kata-kata itu kini terngiang sebagai perpisahan tak terucap.

Tahun 2026 ini, saya belum berkesempatan bertemu lagi. Tiba-tiba kabar datang: Bang Irsyad dirawat karena infeksi paru. Rencana menjenguk besok pun pupus – hari ini beliau telah bersatu dengan-Nya. Kaget yang dalam, duka yang pilu, dan penyesalan yang menggelayut. Namun, hati ini yakin: beliau tenang di sisi Tuhan, dengan rekam jejak mulia.

Bang Irsyad Muchtar, sahabat karib, senior terhormat, guru bijak. Selamat menempuh perjalanan pulang. Warisan Anda – Majalah Peluang yang tak tergoyahkan, penghargaan 100 Besar Koperasi, semangat rasional dan humoris – semoga terus berlanjut. Semoga Allah SWT meridhai, husnul khotimah, kubur menjadi surga yang teduh, dan keluarga diberi ketabahan luar biasa.

Kepada para senior Gen X dan Baby Boomers yang telah berjuang bersama beliau, mari kita doakan dari hati yang tulus. Koperasi bukan sekadar lembaga; ia denyut nadi gotong royong bangsa. Bang Irsyad telah menyalakan obornya – kini giliran kita menjaganya tetap menyalah (*)

*) Prof.Dr. Ahmad Subagyo

Ketua ADEKMI & IMFEA


Sumber : https://wartakoperasi.net/irsyad-muchtar-pejuang-media-koperasi-itu-berpulang-detail-461822