ADEKMI Gelar FGD Pengembangan Kurikulum Koperasi di IKOPIN University

ADEKMI Gelar FGD Pengembangan Kurikulum Koperasi di IKOPIN University

Asosiasi Dosen Ekonomi Koperasi dan Keuangan Mikro Indonesia (ADEKMI) menghelat Focus Group Discussion (FGD) nasional pengembangan kurikulum koperasi bersama LPPM IKOPIN University, Kamis (8/1) di IKOPIN University, Jatinangor.

Agenda berskala Nasional ini, didukung penuh oleh Forum Koperasi Indonesia (Forkopi) dan menjadi momentum strategis memperkuat mata kuliah koperasi di perguruan tinggi.

Kegiatan ini bertempat di Gedung Bustanul Arifin, Jatinangor, Sumedang, dengan melibatkan puluhan perguruan tinggi dan pelaku koperasi dari berbagai daerah.

Kolaborasi ADEKMI, LPPM IKOPIN, dan Forkopi

Asosiasi Dosen Ekonomi Koperasi dan Keuangan Mikro Indonesia (ADEKMI) menggagas FGD ini sebagai ruang temu antara komunitas akademik dan gerakan koperasi untuk menyusun kurikulum dan materi pembelajaran koperasi yang lebih kontekstual dan aplikatif di perguruan tinggi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IKOPIN University, yang selama ini menjadi rujukan nasional dalam pengembangan ilmu dan praktik perkoperasian. Forkopi sebagai organisasi gerakan para pelaku koperasi di Indonesia memberikan dukungan agar hasil FGD benar‑benar selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Tema dan Tujuan FGD

FGD ini mengangkat tema “Menuju Standar Nasional Mata Kuliah Koperasi yang Kontekstual dan Aplikatif” sebagai respon atas kebutuhan standardisasi sekaligus diferensiasi kurikulum koperasi di berbagai perguruan tinggi.

Tujuan utama kegiatan adalah merumuskan kerangka standar nasional mata kuliah koperasi yang mampu menjembatani teori dengan praktik, memperkuat relevansi pembelajaran dengan dinamika usaha koperasi kontemporer, serta mendorong lahirnya inovasi model pengajaran dan bahan ajar koperasi.

Peserta dari Perguruan Tinggi

Antusiasme kalangan akademik tampak dari konfirmasi kehadiran dosen dan pengelola mata kuliah koperasi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Peserta yang telah menyatakan akan hadir antara lain dari UGM, UI, Unpad, UB, Unair, IPB, UPB, Universitas Presiden, UNHAS, STIE GICI, UMJ, Unkris, UT, Pertamina University, Trisakti University, UIN Walisongo, dan Tazkia Institute. Kehadiran perwakilan dari kampus negeri, swasta, keagamaan, dan vokasi ini diharapkan memperkaya perspektif dalam merumuskan standar nasional mata kuliah koperasi.

Keterlibatan Gerakan Koperasi

Selain kalangan akademik, FGD ini juga akan dihadiri oleh para pelaku koperasi yang tergabung dalam Forkopi sebagai mitra strategis dunia pendidikan tinggi. Dari lingkungan gerakan koperasi, beberapa lembaga yang dikonfirmasi hadir antara lain BMT Binama, BMT Tamziz, BMT NU Ngasem, BMT Huria Makassar, KSP Nasari, Kospin Jasa, KSPPS Yaummi, BMT SAR, BMT Hira, BMT Assyafiiyyah, dan BMT Mitra Mandiri. Keterlibatan langsung pelaku koperasi ini diharapkan memastikan bahwa rancangan kurikulum dan materi pembelajaran benar‑benar berakar pada praktik bisnis koperasi yang faktual di lapangan.

Harapan dan Dampak yang Diharapkan

Besarnya antusiasme calon peserta dari perguruan tinggi dan gerakan koperasi menunjukkan adanya semangat baru untuk memperkuat kolaborasi tri dharma perguruan tinggi dengan kebutuhan pengembangan kelembagaan koperasi. ADEKMI memandang FGD ini sebagai langkah awal menuju terbentuknya standar nasional mata kuliah koperasi yang dapat menjadi rujukan bersama, sekaligus sebagai harapan baru bagi gerakan koperasi untuk bangkit dan bertransformasi melalui dukungan kuat dunia pendidikan tinggi. Jika berhasil, inisiatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara asosiasi dosen, perguruan tinggi, dan gerakan koperasi di Indonesia. (*)

Sumber : https://wartakoperasi.net/adekmi-gelar-fgd-pengembangan-kurikulum-koperasi-di-ikopin-university-detail-461170